Monday, 1 May 2017

Sekelip Mata Hilang Suara

The one thing I value most about my work is the lives of my patients. Nothing pains me more than when I see someone's life disappear in a blink of an eye and the family realising the indefinite loss of their loved ones.

Rangka tingkap bergetar-getar dengan
Gelombang-gelombang
Suara orang ramai
Berkumpul-kumpul
Bertanya-tanya
Bila masanya akan sampai.

Nyanyian irama masa silam
Lampu diatasnya semakin menggelap
Lantai dibawahnya semakin sejuk.
Sakit tenat dari senja sampai subur
Bukan sekadar kurang selesa.

Mungkin hayat yang sudah tiba masa
Salin baju sendiri tidaknya mampu
Putar belit kata-katanya
Nyaris terjatuh tercekik selimut,
Orang dikelilingnya gelisah menunggu.
Tidurnya tidak nyenyak dan lena,
Sejak mulanya penyakit ini.

Terbangun setiap jam
Mimpi-mimpinya yang semua ngeri.
Jirannya menjerit-jerit,
Nampak darahnya menitis dari dahi sampai kaki.

Di depan muka memandang wanita
Yang muda lagi umurnya,
Muda lagi anak-anaknya,
Nampak mukanya semakin lumpur,
Pulang ke moyangnya sebelum disangka.

Adilkah hayatnya sampai disini sahaja,
Jangka masa yang tinggal tidaknya tetap,
Tetapi takdirnya sudah dipamer depan matanya,
Nampaknya semua disisinya bisu dan senyap.

Yang masih tinggal sekadar rohnya sahaja,
Jari-jari dingin dan lumpuh
Pudar and lemah nadinya
Nampaknya leher sampai ke kaki lenguh badannya.

Bilalah masanya?
Bolehkah dia sampai syurga?
Apa yang menunggunya
Di sebelah kelipan mata moyangnya.

- Swit Marie
2103H 31st March 2017
KLIA





Swit Marie is a 'Jacqueline of all trades' who loves wearing plaid
who thinks in rhyme all the time
A believer in making dreams come true, s
he would love to collaborate with you
An explorer starting fresh and would only give her best
She stands in the gap and will only call it quits when it's a wrap.

No comments:

Post a Comment